FireStats error : Database error: Error establishing mySQL database connection:php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known in /home/students/public_html/wp-content/plugins/firestats/lib/ezsql/mysql/ez_sql_mysql.php on line 98

MySQL Version:
SQL Query:
INSERT DELAYED INTO `plugin_firestats_pending_data` ( `timestamp`, `site_id` , `user_id`, `url` , `referrer` , `useragent` , `ip` ) VALUES ( NOW(), 733, NULL , '', '', '', '' )

April 2, 2012

Review Film John Pilgers – The New Rulers of The World (Sang Penguasa Dunia Baru di Indonesia)

Filed under: Uncategorized — 11423090 @ 5:34 pm

Sang Penguasa Dunia Baru atau New Rulers of The World  (tahun 2002) merupakan film dokumenter karya John Pilgers [biografi di wikipedia], seorang jurnalis terkemuka dunia berkebangsaan Australia yang bekerja di Inggris. Dari berbagai pengalaman dan menjadi saksi hidup pada berbagai peristiwa yang ia liput, membangkitkan semangat dasar nurani John Pilgers untuk membongkar segala ketidakadilan terutama yang dilakukan oleh Amerika dan sekutunya (termasuk Inggris dan Australia tempat dimana ia lahir dan tinggal).

john pilgers

Film ini bercerita tentang globalisasi yang didesain agar menguntungkan negara-negara maju dengan tema utama adalah buruh yang dibudakkan serta utang luar negeri. Pilgers menceritakan bahwa inilah era penguasa baru dunia (the new rulers of the world), khususnya pengaruh bagi sebuah negara : Indonesia.

Mengenai buruh, Pilgers memaparkan kondisi buruh pabrik di Indonesia yang mengenaskan yang bekerja di perusahaan multinasional (MNC = multinational company) seperti Nike, Adidas, GAP, sedangkan disisi lain perusahaan MNC dan distributor di negara-negara maju meraup keuntungan yang sangat besar.

Untuk kasus utang luar negeri, John Filger memaparkan bagaimana utang luar negeri telah menjerat Indonesia menjadi negara penghutang (idealnya sepanjang masa) sejak rezim Soeharto. Untuk hal itu, Pilgers melakukan wawancara langsung dengan petinggi IMF dan World Bank (WB). Ia mempertanyakan alasan lembaga keuangan tersebut tetap memberikan punjaman kepada rezim yang jelas korup dan dengan mekanisme yang tidak transparan. Yang jelas dari kebijakan tersebut, World Bank dan negara-negara kreditor mengambil keuntungan yang besar dari mekanisme yang tidak transparan dan cacat hukum tersebut melalui proyek-proyek yang dikerjakan oleh perusahaan multinasional dari negara-negara asal masing-maisng. Jadi, meskipun WB dan negara kreditor memberi pinjaman 100%, namun sebenarnya sebagian besar uang tersebut digunakan untuk membuka lapangan pekerja negara kreditor dan hanya sekitar separuh uang pinjaman tersebut benar-benar masuk ke negara miskin tersebut.

Pada pembukaan film dokumenter tersebut, John Pilgers menyajikan sebuah lagu mengenai globalisasi. Inikah makna globalisasi sesungguhnya?

Keuntungan dunia baru kini

Pemimpin industri besar

Katanya memiliki visi dan misi mulia

tapi kejam kepada ku

Mereka menjanjikan dunia dimana setiap orang menjadi kaya, pintar dan muda

Namun, seandainya pun aku hidup dapat merasakannya

Bagi ku itu sudah sangat terlambat

Itulah fakta yang terjadi di Indonesia. Dan pada awal tahun 2000-an, terjadi gerakan jutaan manusia menentang globalisasi di berbagai penjuru dunia. Globalisasi yang didengung-dengungkan oleh Amerika dan negara kapitalis liberal bahwa akan membawa kemakmuran bagi umat manusia ternyata mengakibatkan jurang pemisah yang begitu besar antara si kaya dan si miskin.

Fakta-fakta tersembunyi globalisasi :

Sekitar 10% penduduk dunia menikmati dan memiliki 90% kekayaan dunia, sedangkan sisa 90% penduduk dunia harus merebut 10% uang untuk menghidupi keluarganya.

Total kekayaan sekelompok kecil orang yang berkuasa ternyata lebih besar dari total kekayaan seluruh penduduk benua Afrika.

Seperempat (1/4) kegiatan ekonomi dunia dapat dikuasai hanya dengan 200 perusahaan MNC.

Efek Globalisasi di Indonesia

Banyak pembeli yang tidak menyadari bahwa di jalan-jalan besar atau di supermarket, berbagai produk dengan merek terkenal, mulai sepatu olahraga, kaos hingga pakaian bayi hampir seluruhnya dibuat di negara-negara yang sangat miskin dengan upah buruh yang sangat rendah, nyaris seperti budah. Fakta : Untuk marketing produk Nike, perusahaan membayar pegolf Tiger Woods lebih besar dibandingkan dengan upah seluruh buruh yang membuat produk Nike di Indonesia.

Sehingga kita perlu tanyakan kembali, inikah globalisasi yang menjadi harapan masa depan dunia?

Ataukah globalisasi hanyalah kedok penguasa saat ini yang menggunakan cara-cara lama yang dulunya dilakukan raja-raja dan sekarang diteruskan oleh (perusahaan) MNC dengan bantuan berbagai lembaga keuangan dunia dan pemeritah (Indonesia) sebagai penopangnya?

Itulah penggalan awal sekitar 3 menit film dokumenter John Pilgers sebagai pengantar. Sisanya adalah isi yang sangat menarik kurang lebih 49 menit dengan uraian dan fakta yang mencengangkan. Dari buruk pabrik negar yang kaya dengan sumber daya alam melimpah yang terpaksa bekerja long-shift selama 36 jam di perusahaan rekanan MNC. Ditambah lingkungan kerja yang panas (hingga 40 derajat), dan harus berdiri selama-lama berjam-jam. Dimanakah hati penguasa? Inikah cara menarik investasi asing ala pemerintah dengan menjadikan pekerja sebagai budah dan memperkaya perusahaan MNC?

Lalu, bagaimana dengan utang luar negeri? Benarkah utang luar negeri yang diberikan dari lembaga dan negara asing kepada negara-negara yang kaya sumber daya alam seperti Indonesia memang secara absolut memberikan kemakmuran bagi rakyatnya? Benarkah paradigma utang yang dikeluarkan oleh institusi Amerika seperti WB, IMF, CIA dan sebagainya membawa kesejahteraan dunia?

Resensi Film | Capitalism: A Love Story – Michael Moore

Filed under: Uncategorized — 11423090 @ 5:12 pm

Film ini dibuka dengan adegan rekaman CCTV perampokan sebuah bank di Amerika. capitalism

capitalism2

Tentu saja, ini dimaksudkan sebagai ironi karena dalam film dokumenter ini, yang terjadi adalah orang-orang bank yang jadi perampok. Ada sebuah pepatah kuno yang mengatakan “Give a man a fish, and you feed him for a day. Teach a man to fish and you feed him for a lifetime.” Untuk topik yang diangkat di film ini, mungkin pepatah yang tepat adalah “Give a man a gun, and he will rob a bank. Give a man a bank, and he will rob the world”. 🙂

Capitalism: A Love Story (2009) merupakan film dokumenter terbaru karya Michael Moore. Sutradara ini menjadi terkenal setelah merilis film dokumenter berjudul Fahrenheit 9/11, yang membahas tentang tragedi 11 September di Amerika. Di film dokumenternya yang terbaru ini, Michael Moore membahas fenomena kandasnya ekonomi di Amerika, yang puncaknya terjadi pada tahun 2008 lalu.

Mungkin media di Indonesia tidak terlalu banyak membahas tentang ini (mungkin karena berita negatif dari dalam negeri jauh lebih menjual dan juga lebih murah?), kondisi ekonomi di Amerika masih berada dalam kondisi yang kurang kondusif. Banyak sekali warga Amerika yang kehilangan pekerjaan dan kehilangan rumah karena krisis. Tapi anehnya, masih ada saja orang-orang dari Indonesia yang ingin pergi ke Amerika untuk mendapatkan pekerjaan 😀

Dalam dokumenter ini, Michael Moore dengan sangat terbuka sekali menetapkan siapa saja tokoh antagonis yang membuat sistem kapitalisme di Amerika menjadi sangat merugikan bagi penduduk Amerika. Mulai dari Ronald Reagan, George Bush, Alan Greenspan, dan Hank Paulson. Dia juga menyebutkan korporasi kapitalis besar yang turut berperan dalam meningkatkan penderitaan yang dialami oleh rakyat Amerika saat ini. Citibank, Nestle, Hershey’s, Lehman Brothers (yang kemudian bangkrut), Goldman Sachs, dan masih banyak lagi. Tapi musuh utama dalam film dokumenter ini adalah ideologi yang mendasari semua tindakan individu dan perusahaan tersebut: Kapitalisme.

Banyak kasus-kasus yang diangkat oleh Michael Moore, misalnya kasus lapas remaja yang dimiliki swasta, sehingga hakim di sana banyak memberikan vonis bersalah dan memasukkan mereka ke dalam lapas tersebut. Tujuannya adalah agar pemilik lapas tersebut memperoleh lebih banyak penghasilan. Tentu saja hakim tersebut mendapatkan komisi yang tidak kecil. Contoh “penipuan” yang memanfaatkan asuransi juga tidak sedikit. Kasus kredit rumah pun diangkat oleh Michael Moore, karena ini merupakan salah satu penyebab krisis di Amerika.

Sebagai seorang Katolik, Michael Moore juga mencoba mengangkat argumen bahwa Kapitalisme merupakan konsep yang salah dalam pandangan agama. Beberapa pastor dan uskup diminta pendapatnya, dan mereka memiliki pendapat yang sama: kapitalisme itu salah dan bertentangan dengan ajaran kasih (compassion). Ada adegan satir di mana adegan Yesus mengatakan bahwa Kerajaan Surga sudah dekat, dan saat dia menjelaskan bagaimana caranya masuk ke Kerajaan Surga, suaranya didubbing oleh Michael Moore: “lakukanlah deregulasi finansial” 😀

Salah satu profesor yang diwawancari oleh Michael Moore mengatakan bahwa penyebab maraknya Kapitalisme adalah kita telah menjadikan kekayaan sebagai suatu agama yang kita sembah. Setiap hari, media selalu menunjukkan kesuksesan sebagai sesuatu yang perlu dimiliki oleh setiap orang, dan kesuksesan itu seolah identik dengan keadaan finansial seseorang. Hal lain yang membuat krisis ini bisa terjadi adalah karena rakyat tidak langsung bertindak ketika ada kapitalis yang berlaku seenaknya. Ini disebabkan karena… rakyat tersebut berpikir bahwa suatu saat, mereka juga akan bisa menjadi seperti para kapitalis tersebut. Tentu saja hal ini salah, dan saat mereka sadar bahwa itu tidak akan pernah terjadi, barulah mereka mulai melawan. (Apakah di Indonesia juga sedang terjadi hal yang sama di mana orang-orang memuja “kesuksesan”?)

Meskipun setting film dokumenter ini berlokasi di Amerika, saya rasa film ini tetap perlu untuk ditonton oleh orang Indonesia, karena ada kemiripan. Salah satu penyebab korupnya kapitalisme di Amerika adalah karena pemerintah dikuasai oleh orang-orang korporat yang serakah (hampir seluruh Treasury Department di era Bush adalah orang-orang Goldman Sachs). Di Indonesia, hal yang sama dapat terjadi, karena kita memiliki sistem yang sama: demokrasi. Di Indonesia pun terdapat orang-orang korporat yang rajin menggunakan dukungan partai politik serta alat media yang dimilikinya untuk memberikan pengaruh baik kepada pemerintah maupun rakyat agar mereka dapat semakin memperkaya diri mereka sendiri. Dengan menonton film ini, mungkin kesadaran orang-orang akan bahaya kapitalisme akan meningkat.

February 28, 2012

Goresan Awal Motivasi Kehidupan

Filed under: Motivasi Hidup — 11423090 @ 3:24 pm

Kesulitan hanya tunduk pada orang yang tekun,,

Rintangan hanya menyerah pada orang yang sabar,,

Lelah hanya untuk orang yang tak punya impian,,

Peluang hanya layak bagi orang yang bekerja keras,, (more…)

Hello world!

Filed under: Uncategorized — 11423090 @ 3:01 pm

Welcome to Students.uii.ac.id Blogs. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!


Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer